Analisis Aspek Lingkungan dalam Studi Kelayakan Bisnis: Studi Kasus Lumpur Lapindo oleh PT Lapindo Brantas Inc.
DOI:
https://doi.org/10.51875/jibms.v7i1.250Keywords:
Studi Kelayakan Bisnis, aspek lingkungan, lumpur lapindo, AMDAL, Keberlanjutan bisnisAbstract
Studi kelayakan bisnis merupakan instrument strategis dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor dengan resiko lingkungan tinggi seperti minyak dan gas bumi. Namun, dalam praktiknya, aspek lingkungan kerap diposisikan sebagai formalitas administratif dan belum terintegrasi secara subtantif dalam analisis kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek lingkungan dalam kerangka kelayakan bisnis melalui studi kasus PT Lapindo Brantas Inc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (Single Case Study) yang bersifat instrumental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. telah melampui batas daya dukung dan daya tampung lingkungan, yang ditandai dengan degradasi tanah, pencemaran air tanah, dan badan air permukaan, serta kerusakan ekosistem yang bersifat kronis dan sulit dipulihkan. Kegagalan fungsi AMDAL sebagai instrument preventif, lemahnya manajemen resiko ekologis, serta munculnya eksternalitas negatif berskala masif mengindikasikan bahwa proyek tersebut tidak memenuhi kriteria kelayakan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan menginternalisasi aspek lingkungan sejak tahap perencanaan telah membatalkan kelayakan bisnis secara menyeluruh.










