GAMBARAN KEMATANGAN EMOSI PADA SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
DOI:
https://doi.org/10.51875/jiegc.v6i02.976Keywords:
Emotional Maturity, Vocational High School Students, Group GuidanceAbstract
Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya kematangan emosional di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) yang dihadapkan pada tuntutan akademis, sosial, dan persiapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kematangan emosional di kalangan siswa kelas X dan XI di SMP Sukapura. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 758 siswa, dengan sampel 483 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan pendekatan convenience sampling. Instrumen penelitian adalah skala kematangan emosional, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk mean, standar deviasi, analisis persentase, dan pengujian perbedaan gender menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional siswa SMP Sukapura cenderung berada dalam kategori tinggi, dengan 78% diklasifikasikan memiliki kematangan emosional tinggi, 22% dalam kategori sedang, dan tidak ada siswa dalam kategori rendah. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kematangan emosional yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengembangkan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik pembelajaran pengalaman sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan kematangan emosional siswa.









