KECENDERUNGAN PERILAKU LGBT PADA REMAJA PENGGEMAR BOYS LOVE
DOI:
https://doi.org/10.51875/jiegc.v6i02.975Keywords:
Adolescents, Boys Love, LGBT, Perception, Social BehaviorAbstract
Masa remaja merupakan tahap kritis perkembangan identitas yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan media digital. Salah satu fenomena yang muncul di kalangan remaja adalah konsumsi konten Boys Love, yang menampilkan representasi hubungan emosional sesama jenis dan dapat membentuk perspektif remaja tentang isu LGBT. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggemar Boys Love remaja memandang LGBT dan untuk meneliti kecenderungan perilaku yang muncul dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi yang melibatkan delapan partisipan, terdiri dari empat informan utama dan empat informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa penggemar Boys Love remaja cenderung memiliki persepsi yang lebih terbuka dan reflektif tentang LGBT, yang tercermin dalam sikap empati, penggunaan bahasa inklusif, dan penolakan terhadap stigma dan diskriminasi. Namun, kecenderungan ini tidak menunjukkan perubahan langsung dalam orientasi seksual, melainkan mewakili proses eksplorasi identitas dan perkembangan sosial. Studi ini menyoroti bahwa Boys Love berfungsi sebagai media reflektif dan bukan sebagai faktor penyebab, yang menunjukkan pentingnya literasi media dan intervensi bimbingan dan konseling yang peka terhadap konteks bagi remaja.









