JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc <p align="justify"><strong><img style="float: left; width: 162px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="https://jurnal.idaqu.ac.id/public/site/images/idaqu/cover-jiegc.jpg" width="157" height="229" />JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling</strong> is an electronic journal published by LPPM Daarul Qur'an Institute (IDAQU). The scope of JIEGC Guidance and Counseling, Islamic Guidance and Counseling, Philosophy of Education, Islamic Education, Educational Psychology, Educational Sociology, General Psychology, Developmental Psychology, Personality Psychology, Career Counseling, Personal Social Counseling, Group Counseling, Media Counseling, Interfaith Counseling and Culture, Family Counseling, Learning Counseling, Children's Counseling, Youth Counseling, Adult and Elderly Counseling, Counseling Psychology, Counseling Management, Psychological Measurement, Counseling Concepts and Techniques, Islamic Boarding School BKPI, Psychology of Religion, Mental Health Review processing using the system provided by OJS. It is published twice a year, in June and December. Editors accept contributions of articles in Indonesian that contain 2500-5000 words and have not been published by other media. The quote uses the APA style.</p> Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia en-US JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2774-3942 GAMBARAN FENOMENA PROKRASTINASI PADA MAHASISWA DAN SOLUSI PENANGANAN MENGGUNAKAN CBT https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/767 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tugas akademik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Prokrastinasi akademik mengacu pada penundaan atau kegagalan menyelesaikan tugas akademik dalam batas waktu yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat prokrastinasi mahasiswa, (2) mengeksplorasi alasan mahasiswa cenderung melakukan prokrastinasi, dan (3) menawarkan solusi melalui Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 21 mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Griya Counseling Pancawaskita yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria: (1) mahasiswa aktif dan (2) pernah mengalami prokrastinasi akademik. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert berdasarkan indikator Ferrari dkk. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat prokrastinasi mahasiswa: sangat tinggi (14,3%), tinggi (23,8%), sedang (33,3%), rendah (19,1%), dan sangat rendah (9,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas (57,1%) cenderung berada dalam kategori sedang hingga tinggi.</span></span></em></p> Resti Susanti Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 61 73 10.51875/jiegc.v6i02.767 PENGARUH PERILAKU BULLYING TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/793 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku perundungan, perkembangan mental remaja, dan pengaruh perilaku perundungan terhadap perkembangan mental remaja </span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">. </span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 138 siswa remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pengambilan sampel acak </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">yang terdiri dari 96 siswa remaja. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> perundungan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">berada pada kategori cukup tinggi, yaitu 36,4%, dan perkembangan mental remaja berada pada kategori rendah, yaitu 36,5%. Berdasarkan pengolahan data penelitian, terdapat nilai signifikansi untuk variabel perilaku </span></span></em> <em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">perundungan </span></span></em> <em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(Y) dan perkembangan mental (X) dengan nilai F terhitung sebesar 16,273 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R Kuadrat) sebesar 0,138 menunjukkan bahwa 13,8% variasi perkembangan mental dapat dijelaskan oleh perilaku perundungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perundungan </span></span></em> <em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terhadap perkembangan mental siswa remaja sebesar 13,8%.</span></span></em></p> Anisa Melamita Syifa Jauhar Nafisah Deasy Dwi Cahayaningtyas Arifin Riska Andriani Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 74 82 10.51875/jiegc.v6i02.793 PENGARUH PENYESUAIAN KEHIDUPAN KAMPUS TERHADAP EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA TINGKAT AKHIR https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/849 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menyelidiki pengaruh penyesuaian kehidupan kampus terhadap efikasi diri pengambilan keputusan karir di kalangan mahasiswa tingkat akhir. Pendekatan korelasional kuantitatif diterapkan, dengan partisipan dipilih melalui pengambilan sampel probabilitas di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara penyesuaian kehidupan kampus dan efikasi diri pengambilan keputusan karir (r = 0,399, p &lt; 0,001). Hasil regresi lebih lanjut menunjukkan bahwa penyesuaian kehidupan kampus berkontribusi 15,9% terhadap variasi efikasi diri pengambilan keputusan karir. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian yang lebih baik terhadap kehidupan kampus berkorelasi dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan terkait karir. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemeriksaannya terhadap peran prediktif penyesuaian kehidupan kampus terhadap efikasi diri karir dalam konteks lembaga pendidikan tinggi Islam.</span></span></p> Astri Oktaviani Anandha Putri Rahimsyah Gian Sugiana Sugara Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 83 92 10.51875/jiegc.v6i02.849 KECENDERUNGAN PERILAKU LGBT PADA REMAJA PENGGEMAR BOYS LOVE https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/975 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masa remaja merupakan tahap kritis perkembangan identitas yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan media digital. Salah satu fenomena yang muncul di kalangan remaja adalah konsumsi konten Boys Love, yang menampilkan representasi hubungan emosional sesama jenis dan dapat membentuk perspektif remaja tentang isu LGBT. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggemar Boys Love remaja memandang LGBT dan untuk meneliti kecenderungan perilaku yang muncul dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi yang melibatkan delapan partisipan, terdiri dari empat informan utama dan empat informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa penggemar Boys Love remaja cenderung memiliki persepsi yang lebih terbuka dan reflektif tentang LGBT, yang tercermin dalam sikap empati, penggunaan bahasa inklusif, dan penolakan terhadap stigma dan diskriminasi. Namun, kecenderungan ini tidak menunjukkan perubahan langsung dalam orientasi seksual, melainkan mewakili proses eksplorasi identitas dan perkembangan sosial. Studi ini menyoroti bahwa Boys Love berfungsi sebagai media reflektif dan bukan sebagai faktor penyebab, yang menunjukkan pentingnya literasi media dan intervensi bimbingan dan konseling yang peka terhadap konteks bagi remaja.</span></span></em></p> Alya Nurul Rahna Lenny Wahyuningsih Bangun Yoga Wibowo Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 93 101 10.51875/jiegc.v6i02.975 DOA DAN IBADAH SEBAGAI STRATEGI KOPING TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA GENERASI Z DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/801 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Stres akademik merupakan tantangan umum di kalangan mahasiswa Generasi Z karena beban akademik yang berat dan tenggat waktu yang ketat. Meskipun penelitian sebelumnya telah banyak mengkaji strategi mengatasi stres melalui agama menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana mahasiswa secara subyektif mengalami doa dan ibadah sebagai strategi mengatasi stres masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran doa dan ibadah dalam mengelola stres akademik di kalangan mahasiswa Gen Z di UIN Palangka Raya menggunakan pendekatan studi kasus ganda kualitatif. Tiga mahasiswa dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa stres akademik terutama dipicu oleh beban tugas kuliah yang berat dan tenggat waktu yang singkat, yang menyebabkan kecemasan dan kelelahan emosional. Doa dan ibadah, khususnya salat, muncul sebagai strategi mengatasi stres utama yang mendorong regulasi emosi, kedamaian batin, dan ketahanan spiritual. Studi ini juga menemukan bahwa strategi mengatasi stres melalui agama seringkali terintegrasi dengan strategi praktis seperti manajemen waktu dan dukungan sosial. Temuan ini menawarkan wawasan kualitatif baru tentang pengalaman hidup mahasiswa Gen Z dan menyoroti pentingnya mengintegrasikan dukungan berbasis spiritual ke dalam layanan konseling akademik.</span></span></em></p> Ciraenda Caenovea Zahra Ichtiara Massari Surawan Surawan Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 102 110 10.51875/jiegc.v6i02.801 PROFIL KECENDERUNGAN SELF INJURY PADA SISWA KELAS XI SMAN 5 TASIKMALAYA: ANALISIS DESKRIPTIF https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/906 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perilaku melukai diri sendiri di kalangan remaja merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, karena sering dilakukan secara diam-diam sebagai respons terhadap tekanan emosional. Kurangnya deteksi dini menyebabkan banyak siswa tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan melukai diri sendiri di kalangan siswa kelas sebelas SMA Negeri 5 Tasikmalaya berdasarkan aspek kepribadian, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Partisipan terdiri dari 375 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kecenderungan Melukai Diri Sendiri dengan koefisien reliabilitas α = 0,66. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi distribusi tingkat kecenderungan melukai diri sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki tingkat kecenderungan melukai diri sendiri yang sedang (90,13%), diikuti oleh tingkat rendah (8,53%) dan tinggi (1,33%). Lingkungan keluarga muncul sebagai faktor kontribusi dominan, diikuti oleh lingkungan sosial dan aspek kepribadian. Temuan ini menyoroti pentingnya memetakan kecenderungan melukai diri sendiri sebagai dasar untuk mengembangkan layanan konseling sekolah yang preventif dan responsif, khususnya yang menangani faktor risiko eksternal di kalangan remaja.</span></span></em></p> Siti Vania Marsella Herdis Anadha Putri Rahimsyah Dewang Sulistiana Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 111 118 10.51875/jiegc.v6i02.906 GAMBARAN UMUM KECERDASAN ADVERSITAS MAHASISWA ANGKATAN 2025 DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/970 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gambaran umum tentang adversity quotient (kecerdasan dalam menghadapi kesulitan) di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, angkatan 2025. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 283 mahasiswa dipilih sebagai partisipan menggunakan teknik pengambilan sampel acak bert stratified proporsional. Data dikumpulkan menggunakan Adversity Response Profile (ARP) yang dimodifikasi berdasarkan skala Likert, yang mencakup dimensi kontrol, asal, kepemilikan, jangkauan, dan daya tahan. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (69,61%) termasuk dalam kategori "Camper", yang menunjukkan bahwa mereka memiliki ketahanan untuk menghadapi tantangan tetapi cenderung menetap di zona nyaman mereka. Hanya 2,12% mahasiswa yang mencapai level "Climber". Analisis demografis mengungkapkan bahwa mahasiswa laki-laki, mereka yang berasal dari latar belakang pedesaan, dan mereka yang aktif dalam organisasi kampus menunjukkan persentase Climber yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Kesimpulannya, meskipun mahasiswa memiliki komitmen mendasar terhadap studi mereka, peningkatan lebih lanjut dari adversity quotient mereka diperlukan untuk mengubah tekanan akademik menjadi pendorong positif untuk pencapaian puncak.</span></span></em></p> Tanthy Maulana Amini Cucu Arumsari Anandha Putri Rahimsyah Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 119 131 10.51875/jiegc.v6i02.970 BIMBINGAN KELOMPOK ROLE-PLAYING UNTUK MENCEGAH PENYIMPANGAN SEKSUAL PADA MAHASISWA YANG MENGKONSUMSI TAYANGAN LGBT https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/934 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pertunjukan LGBT mencerminkan perubahan signifikan dalam industri hiburan yang membuat konten lebih mudah diakses, </span></span></em> <em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">melalui serial TV, film, dan konten digital yang menampilkan karakter LGBT. Pada akhirnya, siswa seringkali memiliki rasa ingin tahu untuk memahami identitas seksual mereka. Penelitian ini menyelidiki persepsi pertunjukan LGBT di kalangan siswa yang mengikuti konten tersebut dengan cermat. Penelitian ini mengeksplorasi apakah langkah-langkah pencegahan penyimpangan seksual, yang melibatkan konseling kelompok dan teknik bermain peran, efektif. Desain kuantitatif, kuasi-eksperimental digunakan dengan sampel empat belas individu yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan untuk menentukan efektivitas implementasi bimbingan kelompok menggunakan teknik bermain peran, yang secara statistik terbukti melalui data Mean n-Gain dengan hasil 0,64 (kategori sedang atau cukup efektif) dan hasil perhitungan menggunakan uji Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,017 &lt; 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa H </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">o</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ditolak dan H </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">a</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> diterima, sehingga ditemukan perbedaan yang signifikan antara hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.</span></span></em></p> Gisna Roudhotul Hikmah Arga Satrio Prabowo Bangun Yoga Wibowo Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 132 144 10.51875/jiegc.v6i02.934 SIKAP DAN PERILAKU REMAJA DITINJAU DARI TREN DAN RELIGIUSITAS ISLAMI https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/881 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Studi ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan perilaku remaja dalam konteks tren religiusitas Islam. Studi ini merupakan tinjauan pustaka, menggunakan buku, artikel, dan jurnal sebagai sumber, dengan menggunakan teknik analisis isi. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara tren remaja dan nilai-nilai agama Islam. Beberapa remaja mampu menyelaraskan tren modern dengan prinsip-prinsip Islam, seperti memilih gaya pakaian yang sopan dan sesuai syariah, menggunakan media sosial dengan bijak, dan mengekspresikan diri tanpa melanggar ajaran agama. Namun, banyak yang terjebak oleh tren yang bertentangan dengan moral dan etika Islam. Berdasarkan nilai-nilai moral yang konsisten, budaya Islam memiliki aturan yang jelas tentang apa yang halal (diperbolehkan) dan haram (dilarang), benar dan salah, sehingga membimbing perilaku masyarakat. Hal ini menciptakan keseimbangan antara kemajuan materi dan kebahagiaan spiritual. Budaya Islam menjaga martabat manusia dengan mengatur interaksi sosial, pakaian, dan interaksi untuk menghindari penurunan harga diri. Berorientasi pada kebaikan bersama, tren dalam budaya Islam diarahkan pada kebaikan bersama, bukan hanya kepuasan individu. Bersifat inklusif dan adaptif, budaya Islam dapat merangkul inovasi global selama inovasi tersebut sesuai dengan hukum Islam, sehingga tetap relevan.</span></span></em></p> Sri Raharjo Saptono Putro Hadi Rohyana Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 145 155 10.51875/jiegc.v6i02.881 PENERAPAN TEKNIK MINDFULNESS DALAM MENGELOLA EMOSI SISWA https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/773 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masa remaja adalah periode perkembangan yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan perubahan emosional. Regulasi emosi yang buruk dapat menyebabkan perilaku agresif, seperti berkelahi atau menindas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik mindfulness dalam membantu siswa mengelola emosi mereka secara adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada siswa kelas X.3 di MAN 1 Kota Serang, yang melibatkan kuesioner, analisis data, pengembangan program, dan implementasi layanan bimbingan klasik menggunakan teknik mindfulness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa lebih rileks, mampu mengekspresikan emosi mereka secara terbuka, dan menunjukkan penurunan perilaku agresif. Tantangan utama meliputi alokasi waktu yang terbatas dan kurangnya fokus beberapa siswa selama praktik mindfulness. Kesimpulannya, teknik mindfulness efektif dalam membantu siswa mengatur emosi dan dapat diterapkan secara mandiri dengan dukungan buku panduan</span></span></em></p> Dwi Rindiyani Firyal Faridah Mirnawati Evi Afiati Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 156 160 10.51875/jiegc.v6i02.773 PROFIL GAMBARAN UMUM GRATITUDE PADA SISWA MA AL-RAHMAN TASIKMALAYA: ANALISIS DESKRIPTIF https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/980 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tekanan psikososial yang dialami remaja selama proses perkembangan mereka, termasuk tuntutan akademis, hubungan sosial, dan dinamika keluarga, dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa. Dalam konteks ini, rasa syukur merupakan faktor psikologis positif yang penting, karena membantu siswa menafsirkan pengalaman hidup dengan cara yang lebih adaptif. Tingkat rasa syukur yang rendah dapat meningkatkan kerentanan siswa terhadap masalah emosional dan perilaku maladaptif. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Partisipan terdiri dari 288 siswa yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan Skala Rasa Syukur dengan koefisien reliabilitas α = 0,915. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk meneliti distribusi tingkat rasa syukur siswa. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa dikategorikan memiliki tingkat rasa syukur yang tinggi, diikuti oleh tingkat sedang dan rendah. Temuan ini menyoroti pentingnya memetakan tingkat rasa syukur siswa sebagai dasar untuk merencanakan layanan bimbingan dan konseling preventif dan perkembangan untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa.</span></span></em></p> Azhar Muzaki Anandha Putri Rahimsyah Agung Nugraha Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 161 169 10.51875/jiegc.v6i02.980 GAMBARAN KEMATANGAN EMOSI PADA SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/jiegc/article/view/976 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya kematangan emosional di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) yang dihadapkan pada tuntutan akademis, sosial, dan persiapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kematangan emosional di kalangan siswa kelas X dan XI di SMP Sukapura. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 758 siswa, dengan sampel 483 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan pendekatan convenience sampling. Instrumen penelitian adalah skala kematangan emosional, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk mean, standar deviasi, analisis persentase, dan pengujian perbedaan gender menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional siswa SMP Sukapura cenderung berada dalam kategori tinggi, dengan 78% diklasifikasikan memiliki kematangan emosional tinggi, 22% dalam kategori sedang, dan tidak ada siswa dalam kategori rendah. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kematangan emosional yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengembangkan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik pembelajaran pengalaman sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan kematangan emosional siswa.</span></span></em></p> Muhamad Dani Pramana Putra Feida Noorlaila Isti’adah Agung Nugraha Copyright (c) 2025 JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling 2025-12-15 2025-12-15 6 02 170 176 10.51875/jiegc.v6i02.976