BIMBINGAN KELOMPOK ROLE-PLAYING UNTUK MENCEGAH PENYIMPANGAN SEKSUAL PADA MAHASISWA YANG MENGKONSUMSI TAYANGAN LGBT
DOI:
https://doi.org/10.51875/jiegc.v6i02.934Keywords:
Group Guidance, Role Playing, LGBT Shows, Preventive, Sexual DeviationsAbstract
Pertunjukan LGBT mencerminkan perubahan signifikan dalam industri hiburan yang membuat konten lebih mudah diakses, melalui serial TV, film, dan konten digital yang menampilkan karakter LGBT. Pada akhirnya, siswa seringkali memiliki rasa ingin tahu untuk memahami identitas seksual mereka. Penelitian ini menyelidiki persepsi pertunjukan LGBT di kalangan siswa yang mengikuti konten tersebut dengan cermat. Penelitian ini mengeksplorasi apakah langkah-langkah pencegahan penyimpangan seksual, yang melibatkan konseling kelompok dan teknik bermain peran, efektif. Desain kuantitatif, kuasi-eksperimental digunakan dengan sampel empat belas individu yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan untuk menentukan efektivitas implementasi bimbingan kelompok menggunakan teknik bermain peran, yang secara statistik terbukti melalui data Mean n-Gain dengan hasil 0,64 (kategori sedang atau cukup efektif) dan hasil perhitungan menggunakan uji Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,017 < 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa H o ditolak dan H a diterima, sehingga ditemukan perbedaan yang signifikan antara hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.









